SEKIRA 800 siswa bersama pegawai dan guru SMK Yadika Manado berlarian menuruni tangga gedung sekolah berlantai dua dan tiga, Senin (08/10).

Semua berusaha menyelamatkan diri dari reruntuhan gedung akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang Kota Manado dan sekitarnya, sekira pukul 12.35.

Dengan menggunkan tas sekolah sebagai pelindung kepala, terlihat para siswa menuju area terbuka di lapangan upacara, dengan mengikuti alur evakuasi yang sudah terpasang di dalam dan di luar gedung.

“PMR dengan cekatan memberikan pertolongan pertama kepada siswa yang pingsan maupun cedera dan langsung dibawa ke RS AURI yang terletak tidak jauh dari lokasi sekolah,” tutur Kepala SMK Yadika Manado, Drs David M Legi.

Diungkapkan Legi, ini merupakan simulasi evakuasi jika terjadi gempa. “Momen ini adalah simulasi penyelamatan diri, dalam rangka peningkatan kewaspadaan kalau sampai terjadi gempa bumi,” tutur legi.

Diketahui, SMK Yadika Manado merupakan sekolah pertama yang melakukan simulasi gempa bumi dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.